02, Thu May 2019

Panduan Rasulullah dalam mengisi Ramadhan

Persiapan Menjelang Ramadhan : Panduan Rasulullah dalam mengisi Ramadhan


PANDUAN RASULULLAH DALAM MENGISI RAMADHAN

(Oleh: Ustad Adi Hidayat)

 

  1. Memperbanyak Doa Pada Allah Swt 

Doa merupakan puncak ikhtiar seorang hamba sekaligus gerbang utama yang menandai sikap tawakkal insan yang beriman. Rasulullah Saw mengajarkan pada umatnya agar memperbanyak doa menjelang kedatangan Ramadhan, serta memohon dengan tulus agar Allah memberikan kekuatan dan kelapangan saat beribadah di bulan ini. Dalam sebuah hadist yang disampaikan Imam Ahmad, Rasulullah Saw diriwayatkan pernah berdoa saat memasuki bulan Rajab dan Sya’ban agar diberkahi di bulan Ramadhan. 

Rasulullah Saw bersabda:

Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan 

berkahilah kami di bulan Ramadhan”. (HR. Ahmad).[1]

Bahkan, Rasulullah pun masih berdoa tatkala beliau melihat hilal yang menandai awal Ramadhan. Dalam hadist yang disampaikan oleh Imam at- Tirmidzi, Rasulullah Saw bersabda: 

Artinya: “Ya Allah hadirkanlah awal Ramadhan kepada kami dengan penuh kedamaian, kekeuatan iman, keselamatan, dan kekkuatan Islam. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah” (HR. At-Tirmdzi).[2]

  1. Menyiapkan fisik yang Prima dan Mental yang Istiqamah 

Fisik prima yang ditenun oleh mental istiqamah merupakan bekal utama dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Adakalanya seorang mukmin belum terbiasa menjalani puasa sehingga fisik dan mentalnya belum mampu beradaptasi. Karena itu, Rasulullah Saw mengisyaratkan persiapan ini dengan memeprbanyak puasa di Bulan Sya’ban, sebagai latihan untuk beradaptasi dengan puasa Ramadhan. Sayyidah Aisyah Ra menyampaikan bahwa beliau tidak pernah melihat baginda Rasulullah Saw memperbanyak puasa Sunnah selain di bulan Ramadhan.[3]

Bulan Sya’ban merupakan momentum yang amat berharga bagi tiap mukmin untuk melakukan “warming up” puasa, sebagai upaya adaptasi rabbani menjelang kedatangan Ramadhan, terlebih bagi mukmin yang belum pernah menunaikan ibadah ini.

  1. Memantapkan Niat yang Paripurna 

Niat merupakan bukt kesungguhan insan beriman dalam menunaikan ibadah puasa. Kematangan fisik yang tidak ditopang oleh ketulusan niat bagaikan mengukir dala air yang mengalir. Karena itu, Rasulullah Saw mengimbau seluruh umat Islam agar menyambut kedatangan Ramadhan dengan niat ibadah yang tulus. Bahkan, kebeningan niat seorang hamba dalam mengarungi Ramadhan akan melahirkan ampunan bagi kesalahan yang telah ia perbuat. Dalam sebuah hadist yang disampaikan oleh Imam al-Bukhari, Rasulullah Saw bersabda: 

Artinya; “ Siapa saja yang menunaikan puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan ketulusan meraih pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau”. (HR. Bukhari).[4]

      4.  Merencanakan Agenda Ramadhan 

Perencanaan aktifitas ramadhan terkadang kurang mendapat perhatian serius dari sementara muslim yang berpuasa. Padahal esensi puasa tidak terletak pada kesanggupan untuk menahan lapar dan dahaga semata, terlebih bila disertai dengan banyaknya tidur yang tak berarturan. Rasulullah Saw mengingatkan kita pada belasan abad lampau: 

Artinya: “Barangkali orang yang puasa tidak meraih apapun dari puasanya selain lapar, dan yang shalat malam tidak meraih apapun dari shalatnya selain begadang”.(HR. Ibnu Majah).[5]

Juga peringatan beliau dalam kesempatan lain: 

Artinya: “Barangkali orang yang puasa hanya meraih rasa lapar dan dahaga dari puasanya, dan yang shalat malam hanya bergadang dengan shalatnya”. (HR. At-Thabrani).[6]

Tentunya, akan lebih tertata bila direncanakan dengan baik sebelum Ramadhan tiba. Setiap diri dapat menyiapkan agenda yang akan digiatkan pada bulana Ramadhan, menempatkannya di antara waktu-waktu strategis, kemudian mengumpulkan tekad untuk konsisiten menunaikannya.

 

Berikut beberapa aktifitas ibadah yang amat ditekankan oleh baginda Rasulullah Saw: 

1) Memperbanyak interaksi dengan alqur’an 

Interaksi nabi dengan al-Qur’an merupakan contoh utama bagi umat Islam dalam menyiapkan menu Ramadhan. Baik sekedar memperbanyak bacaan, ataupun melakukan kajian terhadap makna kandungan al-Qur’an. Allah berfirman; 

Artinya:“Bulan Ramadhan, yang telah diturunkan al-Qur’an pada bulan ini sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan atas petunjuk itu, dan pembeda (antara hak dan bathil)...” (Al-Baqarah,2 :185). 

2) Mengingatkan Sedekah 

Sedekah merupakan rangkaian agenda Ramadhan yang menjadikan rutinitas Nabi. Bahkan sahabat Ibnu Abbas menuturkan bahwa sifat dermawan Nabi akan meningkat pada bulan ini tidak seperti di bulan-bulan lain. 

3) Banyak Menebar Kebaikan 

Bulan Ramadhan adalah bazar pahala yang ditebar Sang Pencipta secara geratis dalam aneka stand kebaikan. Cukup datang dan mencoba, anda dipastikan meraih berbagai pahala menarik dan berlipat ganda tanpa harus membeli. 

Karena itu, setiap muslim seyogyanya menyiapkan agenda kebaikan yang akan ia tebar di bulan Ramadhan , walau hanya menyingkirkan sampah dari depan pagar tetangga. 

4) Memperbanyak doa 

Diantara keutamaan ramadhan ialah terkabulnya doa yang dipanjatkan secara tulus pada saat-saat tertentu di bulan ini. Keutamaan ini juga nampak dikuatkan dengan hadirnya ayat “pengabul doa” di antara rangkaian ayat puasa, yang menyiratkan bahwa doa merupakan aktifitas yang tak boleh terlewatkan pada bulan Ramadhan. Allah berfirman:  

Artinya:“Dan bila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentangKu, maka (jawablah) bahwa aku amatlah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi (segala seruanKu) dan beriman kepadaKu, agar mereka memperoleh kebenaran”. (Qs. Al-Baqarah (2): 186). 

Kiranya, mukmin yang berpuasa akan merugi bila tidak memeiliki agenda doa di bulan Ramadhan. 

5) Mendekat Diri Kepada Allah Swt 

Rasulullah Saw menyampaikan pesan rabbani dalam salah satu hadist puasa. Ibadah ini sejatinya melukiskan interaksi spiritual hadist puasa. Ibadah ini sejatinya melukiskan interaksi spiritual antara hamda dan Sang Pencipta. Tak satupun radar manusia yang sanggup mendeteksi puasa seorang mukmin, kecuali diri dan Tuhannya. Detik-detik dalam Ramadhan yang menjadi momentum paling berharga untuk mengadirkan ar-Rahman sekaligus mendekat padaNya. 

Karena itu setiap mukmin harus menjadikan Ramadhan sebagai peluang untuk semakin mengenal Allah, mendekat padaNya. Upaya mendekatkan ini harus semakin intens dilakukan khususnya pada hari-hari terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah Saw biasa mengisi hari-hari ini dengan i’tikaf di masjid. Amat disayangkan bila Ramadhan tidak mampu mendekatkan atau bahkan mengenalkan kita pada Ilahi. 

Dan tidak kalah penting, seorang Muslim juga berkewajiban untuk menggali kedalaman makna ayat-ayat al-Qur’an yang mengilhami lahirnya panduan ini, yaitu rangkaian ayat puasa yang tertuang dalam surat al-Baqarah ayat 183 sampai dengan 187. 


[1]Ini adalah redaksi Hadist yang didapatkan dalam musnad Imam Ahmad, 1/259, musnad Abdullah bin Abbas. Imam al-Baihaqi menyampaikan Hadist ini dengan redaksi berbeda pada kitab beliu Syu’abul iman. Lihat, Syu’abul Iman 3/375, Hadist no. 3524.

[2]Hadist ini diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi dalam sunannya, hadist no. 3451, 4/317. Sementara pakar Hadist seperti Imam Abu Daud, Ibnu Ma’in, Abu Hatim ar-Razi, dan al-Aqili, menyampaikan bahwa kualitas Hadist Ini amatlah lemah.

[3]Lihat; shahih al-Bukhari, kitab shaum , Bab shaum sya’ban, hadist no. 52, Muslim, shiyam(176), Abu Daud, shaum (59), at-Tirmidzi, shaum (36), IbnuMajah, Shiyam (30), Muwattha Imam Malik, Shiyam .(56)

[4]Lihat shahih al-bukhari, kitab iman, bab Shaum Ramadhan Ihtisaban minal iman, hadist no. 38; kitab as-shaumbab man shama Ramadhanan Imanan wa ihtisaban wa niyyatan, 6, hadist no. 1910. 

[5]Lihat sunan Ibnu Majah, Bab: Ma ja a fil ghibah war rafats lis shaim, hadist no. 1690. 

[6]. Lihat at-Thabrani, al-mu’jamul Kabir, Hadist no.13413. lihat juga , musnadul Imam Ahmad, hadist no.8856, musnad Abi Ya’la, hadist no. 6551. 

Bagi yang membutuhkan Check list kegiatan Ramadhan dan Tilawah Alquran silahkan download link dibawah ya......

Comments

  1. taufik

    Marhaban ya Ramadhan

    Sama Sama Mas.....Marhaban Ramadan dan semoga kita lebih baik Aamiin YRA....

  2. Ratna Fa

    Wah keren Oma... beresin font nya ya biar rapi kanan kirinya.. Semangat menulis..

    Semangat ...... thanks for always support me to write......

Leave a reply